Hy Takelicious Indonesia..^^
Pasti udah pada tau dong duo HT ini, itu loh, duo sahabat Haruma & Miura. Aktor Miura Haruma (21) dan Satou Takeru (22) mengadakan perjalanan ke
pulau Kalimantan, Asia Tenggara (bilang aja ke Indonesia & Malaysia
heheh), rekaman perjalanan tersebut akan dirilis dalam bentuk DVD. Seri
kedua [HT~赤道の真下で、锅をつつく~] katanya sih sudah dirilis 11 september 2011 lalu.
Sepasang sahabat ini untuk pertama kalinya berkunjung ke pulau tersebut,
mereka mendapat pengalaman seperti memelihara orang utan. Kemudian
mereka mengunjungi sebuah SD di daerah tersebut. Satou mengatakan “’We
meet elephants, fight with bugs in our hotels, it’s a complete survival
experience”. Sementara itu Miura mengatakan “It’s not just about me and
Takeru in private, there is also respecting nature, and thinking about
how humans can co-exist with animals’”.
Admin nemu sedikit obrolan mereka yang lumayan gokil nih pas mereka lagi mejeng ke Borneo. Berikut obrolannya.. ^^
Takeru: Kimochiiiiiii (FEELS GREATTTT)
Haruma: Gemushi? (Caterpillar?) *salah denger
Hahaha, ketika mereka mempersiapkan diri untuk memasuki hutan, Takeru katanya membenci serangga dan hal-hal yang menyeramkan. Saat itulah ia bertemu seekor ulat berbulu dan panik di hutan hahahaha.
Jumat, 03 Februari 2012
Kisah Takeru Yang Tak Terlupa - Part II
Udah lama nih admin ga ngelanjutin "Kisah Takeru Yang Tak Terlupa - Part I"!!
Nah.. Sekarang kita lanjutin ke Part II nya yuk!! Cekidot guys.. ^^
Saat SMP aku bergabung
dalam klub baseball, dan guru pengawasnya adalah guru yang paling galak di sekolah,
hahaha. Beliau mengajar olahraga, dan saat kelas tiga ia mejadi wali kelasku.
Baik di kelas maupun saat kegiatan klub, ia selalu saja marah-marah dan
membuatnya terkenal di sekolah sebagai guru yang menakutkan. Tapi, aku sama
sekali tidak pernah merasa takut. Itu karena aku bukan murid yang sering
dimarahinya, hahaha. Mungkin karena aku memiliki aura yang tidak mudah
dimarahi, hahaha.Menurutku beliau marah juga karena ada alasannya, dan ia galak
terhadap tim baseball kami karena ingin memperkuat anggota tim. Menariknya,
beliau sangat tidak suka susu. Sudah jadi aturan tak tertulis bahwa makanan
untuknya tidak boleh diberi susu. Tapi, ada anak yang memasukkan susu ke
makanannya saat kami berkumpul untuk makan bersama. Akhirnya, guru itu pulang
tanpa makan sedikit pun. Insiden itu menjadi cerita tersendiri bagi kami.
Nah.. Sekarang kita lanjutin ke Part II nya yuk!! Cekidot guys.. ^^
Klub
Baseball Yang Menakutkan

Guru Les
Yang Punya Cerita Menarik
Saat kelas tiga SMP aku
ikut kelas bimbingan belajar, dan gurunya sungguh menarik. Karena aku tidak
ingin pergi ke pusat bimbingan belajar yang besar, aku dan teman-teman di klub
baseball sengaja memilih kelas lebih kecil. Aku menjadi suka dengan pelajaran
matematika dan sains. Gurunya memiliki cara menarik untuk mengajarkan
benda-benda langit dan matematika. Tiap kali mengikuti kelasnya terasa sungguh
menyenangkan. Berkat beliau nilai-nilaiku di sekolah, terutama untuk mata
pelajaran matematika dan saing jadi meningkat. Aku juga mendiskusikan pilihan
untuk jenjang pendidikanku selanjutnya dengan beliau. Aku memang suka
berbincang-bincang, apalagi bila mengenai topik yang sangat menarik
perhatianku. Misalnya tentang sejarah arak atau masakan. Selain ingin
mendengarnya, aku juga berharap bisa menjadikannya pengetahuan baru untukku.
Persahabatan
Dengan Teman-Teman Dance
Bagiku, pertemuan dengan
teman-teman dance adalah hal besar dalam hidupku. Saat SMP ada seorang teman
perempuan yang mengikuti dance, dan berkat dia aku jadi bergabung dalam kelas
dance. Aku mulai serius dengan dance saat kelas 1 SMA, dan berkat dance aku
makin memiliki banyak teman di sekolah dan di jalanan tempat para penari
berkumpul. Meski kami tak banyak berbicara, tapi melalui dance aku merasa aku
jadi dekat dengan mereka seperti sahabat. Ada banyak penari hebat di luar sana, dan mereka membuatku makin terpacu untuk
berusaha lebih baik lagi. Kami saling mengajari dan memberi semangat.Sebenarnya
ada teman perempuan di sekoalh dance yang kusuka. Ia sangat jago di tarian hip
hop dan jazz. Karena kelas kami berbeda, aku jarang bisa bertemu dengannya.
Karena itu, aku sangat menantikan saat semua murid tampil untuk tugas akhir.
Hall yang dipakai untuk pertunjukan tersebut sungguh bermakna bagiku.
Panggungnya lebih besar dari yang biasa kami pakai, dan rasanya kami jadi
bersemangat. Tanpa mengenal perbedaan kelas, kami semua bersatu untuk
menampilkan pertunjukan yang terbaik. Bila biasanya aku menari sesuai
keinginanku sendiri, dalam pertunjukan akhir tersebut aku harus berlatih
bersama yang lain sesuai koreografi. Kami juga memikirkan kostumnya dengan
baik. Pertama-tama kami tampil mengenakan kaus warna ungu dan celana tentara.
Di penampilan kedua kami mengenakan pakaian hitam-hitam. Di penampilan
terakhir, kami memakai kemeja putih dan dasi. Saat aku harus meninggalkan
sekolah dance untuk membintangi KAMEN RIDER DEN-OH, semua temanku di sekolah
dance menulis ucapan perpisahan untukku. Tapi, bukannya di selembar kartu,
mereka menulisnya di atas T-shirt. Aku sungguh senang karena mereka banyak
menulis pesan penuh dorongan. Sampai sekarang T-shirt itu masih kusimpan dan
kujaga dengan baik.
Kamis, 02 Februari 2012
Amuse Agency Talents
Hmm.. Kali ini kenapa ya kita ngasih judul posting ini "Amuse Agency Talents"? Mau tau kenapa? Udah tentu lah, Takechan bisa seperti sekarang berkat Amuse Agency.
Selain Sato Takeru siapa aja sih para talent Jepang sana keluaran Amuse Agency? Penasaran? Kamu bisa klik di sini buat intip intip forum tentang para talent dari Amuse Agency.. ^^
Selain Sato Takeru siapa aja sih para talent Jepang sana keluaran Amuse Agency? Penasaran? Kamu bisa klik di sini buat intip intip forum tentang para talent dari Amuse Agency.. ^^
Minggu, 22 Januari 2012
Takeru Senang Beradu Akting dengan Sahabat
SERIAL populer klasik Kamen Rider atau Masked Rider menelurkan sejumlah aktor yang kemudian menjadi idola. Sebut di antaranya Hiro Mizishima dari Kamen Rider Kabuto (2006) atau Seto Koji dari Kamen Rider Kiva (2008). Juga populer lewat serial yang kali pertama muncul pada 1971 adalah Sato Takeru.
Cowok kelahiran 21 Maret 1989 ini meraih popularitasnya lewat Kamen Rider musim ke-17, Kamen Rider Den-O yang tayang di Asahi pada pertengahan 2007-2008. Hanya berselang satu tahun dari debut akting kecil-kecilannya di dorama Princess-Princess D sebagai Toru Kouno.
Salah satu bukti popularitas Den-O melebihi Kamen Rider lainnya, kartun Crayon Shin-Chan menampilkannya dalam episode spesial satu jam Crayon Shin-Chan and Kamen Rider: Den-O vs Shin-O. Menanggapi kesuksesannya, Sato merendah dengan mengatakan bahwa Kamen Rider populer berkat unsur komedi yang terdapat di dalamnya.
Menikmati peran kecil maupun besar
Penggemar memiliki kekaguman tersendiri pada Sato. Dia tidak seperti aktor idola lainnya, yang bisa dicintai dalam sekali pandang. Jadi bukan penampilan fisik yang membuat mereka kepincut dengan pemilik tinggi badan 170 cm ini. Salah satu penggemar, di dalam blognya memuji Sato yang mampu memainkan karakter menantang sebagai Nogami Ryotaro di Kamen Rider Den-O.
“Aku baru ngeh dengan cowok ini karena main Den-O. Dia memerankan 6 sampai 7 karakter berbeda. (Terutama) waktu dirasuki Imagin dan kepribadian Ryotaro yang asli,” tulisnya.
Bisa dibilang, penghayatan Sato dalam Kamen Rider sepenuh hati. Kendati banyak pihak memandang setengah mata, bahwa memainkan karakter jagoan di film anak-anak tidak memerlukan kualitas akting cemerlang, kecuali sekadar aksi gaya-gayaan. Namun, cowok bergolongan darah A ini memiliki pemikirannya sendiri.
“Saat aku menonton Kamen Rider, aku merasa untuk berakting di sana harus berbeda. Kamen Rider itu berbeda dengan tontonan anak-anak umumnya, sekarang hampir mirip seperti drama kualitas atas, (istilah) ‘tak perlu akting di Kamen Rider’ tidak boleh lagi menjadi anggapan umum. Kamen Rider yang sekarang benar-benar fokus pada akting sungguhan dan penampilan aksi yang bagus,” ujar Sato yang disuguhi tontonan Kamen Rider the First waktu kecil oleh sang ibu.
Sato tidak main-main. Setelah “latihan” intensif sepanjang 49 episode Kamen Rider Den-O dan tiga layar lebar Den-O, seperti jebolan Kamen Rider lainnya, Sato beralih ke drama. Namun, proyek drama pilihan Sato terbilang berani. Pada musim semi 2008, Sato bermain dalam dorama Rookies yang “serius”. Di dorama itu pun, Sato rela tidak menjadi pemeran utama. Dia memainkan karakter pendukung Yuya Okada. Untuk perannya itu, cowok yang gemar menari breakdance ini rombak penampilan total, nyaris tidak dikenali!
Tentu saja, pilihannya ini tidak akan pernah disesali. Rookies menjadi dorama yang memenangi banyak penghargaan. Antara lain Drama Terbaik di ajang Television Drama Academy Awards ke-58, Drama Terbaik di Tokyo Drama Awards ke-2, dan Paling Terpuji dalam kategori Drama Seri Terbaik di Asian Television Awards ke-13. Belum lagi ketika ditayangkan di TBS, Rookies mendapat jam tayang prime time setiap Sabtu pukul 20.00 waktu Jepang, sehingga mampu meraup penonton dalam jumlah yang lebih besar dari proyek Sato mana pun sebelumnya. Atas prestasi ini, Sato menganggap kiprahnya di drama tentang para pemain bisbol itu sebagai “peran yang mendobrak” walau keterlibatannya kecil.
Selanjutnya, Sato bermain di dorama Bloody Monday (2008). Dorama yang diangkat dari manga berjudul sama ini mempertemukan dirinya dengan Haruma Miura yang sahabatnya di dunia nyata. Lagi-lagi, pilihan yang unik. Film yang mengangkat kisah tentang para hacker dan teroris ini sama sekali bukan film remaja komersial yang biasa diambil aktor seusianya.
“Pertama, landasan kisah ini dibangun dari literatur yang hebat, membuatnya menjadi tontonan drama sangat menyenangkan. Dan semua yang bermain di sini hebat,” kata Sato.
Terbukti, dorama ini berhasil meraih atensi publik hingga dibuatkan sekuelnya yang tayang awal tahun ini (2010). Di sekuelnya, Sato mengalami peningkatan peran dari pendukung menjadi utama bersama Haruma Miura dan Kawashima Umika. Menjadi pemeran utama, tetapi tidak menjadi satu-satunya, memberi tantangan tersendiri bagi seorang pemain.
“Saat pertama kamu bermain dengan co-star, ada masanya di mana kamu seperti bertanya-tanya pada diri sendiri, ‘Apa yang mereka pikirkan sekarang?’ dan kamu berusaha memahami mereka, seperti itulah. Tapi, karena aku telah mengenal Haruma dengan baik sekali, tidak ada masa yang diliputi kekhawatiran semacam itu tentang bagaimana seorang co-star,” bebernya.
Barulah di dorama Mei-Chan no Shitsuji (2008), penggemar mainan kubus rubik ini memainkan peran yang pas dengan usianya. Sebagai remaja Kento Shibata yang memutuskan mendaftar di sekolah kepala pelayan agar bisa dekat dengan seorang teman masa kecil, Mei Shinonome. Hmmm, cinta-cintaan nih.
Sudah bisa dipastikan, publik yang sudah menggemari aksinya di drama serius makin kepincut penampilannya. Hebatnya Sato, dia juga mendapat penghargaan sebagai Aktor Pendukung Terbaik dari Television Drama Academy Awards untuk peran Kento Shibata-nya, sementara doramanya sendiri mendapat penghargaan Drama Terbaik dari ajang yang sama.
Popularitas cowok lulusan North High School di Koshigaya ini makin tidak tertahankan. Dia menjadi sosok yang selalu masuk tiga teratas aneka polling penggemar seperti Aktor Paling Populer di Tahun 2008, Aktor Paling Diinginkan Publik Untuk Tampil di Drama Tahun 2008, Aktor Paling Ingin Dilihat Sebagai Pahlawan di Drama, sampai Aktor Paling Tampan yang menyandingkannya bersama Hiro Mizushima dan sahabatnya Haruma Miura. Sato pun tercatat cukup sering menghiasi sampul majalah.
Reuni dengan sahabat
Sato artis yang terbilang rajin ngeblog. Di tengah kesibukannya, pengunyah permen karet mint ini menyempatkan diri menuliskan cerita kesehariannya yang dianggap menarik untuk dibagikan kepada orang.
“Aku selalu berusaha menulis yang terbaru setiap harinya, sekalipun saat aku sedang kelelahan itu akan terlihat tidak terlalu bagus,” kata Sato yang suka membaca ulang hasil tulisannya sebelum disebarkan.
Di antara hasil tulisannya di blog, paling mendapat perhatian publik adalah saat ia menulis tentang stres dan kesepian yang kadang dirasakannya sebagai aktor populer. Ketika dulu namanya pertama booming sebagai jagoan bertopeng Kamen Rider, Sato baru saja lulus dari bangku SMA. Momentum yang sekaligus memberi perbedaan berarti dalam kehidupannya. Pada kelulusan sekolah, cowok Aries ini menuturkan kesedihannya berpisah dari teman-teman sekolah, dan terutama dengan kehidupan normalnya sebagai anak biasa.
“Mungkin akan terasa kosong. Sesuatu yang tidak aku harapkan. Tidak sekolah lagi, pasti akan sepi,” tuturnya sentimental.
Bukan berarti Sato terhanyut dengan sentimentalitasnya. Sebagai individu yang semakin dewasa -- walau kini usianya pun masih terbilang muda, 22 tahun -- dan aktor profesional, penyayang kucing ini terus berusaha menikmati dunia seni peran.
“Sekarang, berakting di drama sangat terasa nikmat. Dramanya sangat mengasyikkan. Sekarang dan setiap hari ke depannya, membangun pertemanan dengan sesama pemain dan berbincang dengan mereka juga sangat menyenangkan,” ungkap Sato yang juga bersahabat baik dengan Hiro Mizushima, rekan mainnya di Mei-Chan no Shitsuji.
Pada 2010, selain reuni dengan Haruma dalam Bloody Monday 2, Sato pun reuni dengan suami penyanyi Ayaka itu dalam layar lebar Beck, yang diangkat dari manga populer berjudul sama yang bertutur tentang perjuangan anak-anak muda yang pada mulanya tidak bisa apa-apa, hingga membentuk band dan meraih sukses. Sato antusias dengan reuni itu.
“Aku bertemu lagi dengan Hiro Mizushima. Aku pikir, ‘Takdir macam apa ini’?” Beck tentang band, jadi jika kami tidak sungguhan berteman drama ini tidak akan bagus,” kesan Sato.
Cowok kelahiran 21 Maret 1989 ini meraih popularitasnya lewat Kamen Rider musim ke-17, Kamen Rider Den-O yang tayang di Asahi pada pertengahan 2007-2008. Hanya berselang satu tahun dari debut akting kecil-kecilannya di dorama Princess-Princess D sebagai Toru Kouno.
Salah satu bukti popularitas Den-O melebihi Kamen Rider lainnya, kartun Crayon Shin-Chan menampilkannya dalam episode spesial satu jam Crayon Shin-Chan and Kamen Rider: Den-O vs Shin-O. Menanggapi kesuksesannya, Sato merendah dengan mengatakan bahwa Kamen Rider populer berkat unsur komedi yang terdapat di dalamnya.
Menikmati peran kecil maupun besar
Penggemar memiliki kekaguman tersendiri pada Sato. Dia tidak seperti aktor idola lainnya, yang bisa dicintai dalam sekali pandang. Jadi bukan penampilan fisik yang membuat mereka kepincut dengan pemilik tinggi badan 170 cm ini. Salah satu penggemar, di dalam blognya memuji Sato yang mampu memainkan karakter menantang sebagai Nogami Ryotaro di Kamen Rider Den-O.
“Aku baru ngeh dengan cowok ini karena main Den-O. Dia memerankan 6 sampai 7 karakter berbeda. (Terutama) waktu dirasuki Imagin dan kepribadian Ryotaro yang asli,” tulisnya.
Bisa dibilang, penghayatan Sato dalam Kamen Rider sepenuh hati. Kendati banyak pihak memandang setengah mata, bahwa memainkan karakter jagoan di film anak-anak tidak memerlukan kualitas akting cemerlang, kecuali sekadar aksi gaya-gayaan. Namun, cowok bergolongan darah A ini memiliki pemikirannya sendiri.
“Saat aku menonton Kamen Rider, aku merasa untuk berakting di sana harus berbeda. Kamen Rider itu berbeda dengan tontonan anak-anak umumnya, sekarang hampir mirip seperti drama kualitas atas, (istilah) ‘tak perlu akting di Kamen Rider’ tidak boleh lagi menjadi anggapan umum. Kamen Rider yang sekarang benar-benar fokus pada akting sungguhan dan penampilan aksi yang bagus,” ujar Sato yang disuguhi tontonan Kamen Rider the First waktu kecil oleh sang ibu.
Sato tidak main-main. Setelah “latihan” intensif sepanjang 49 episode Kamen Rider Den-O dan tiga layar lebar Den-O, seperti jebolan Kamen Rider lainnya, Sato beralih ke drama. Namun, proyek drama pilihan Sato terbilang berani. Pada musim semi 2008, Sato bermain dalam dorama Rookies yang “serius”. Di dorama itu pun, Sato rela tidak menjadi pemeran utama. Dia memainkan karakter pendukung Yuya Okada. Untuk perannya itu, cowok yang gemar menari breakdance ini rombak penampilan total, nyaris tidak dikenali!
Tentu saja, pilihannya ini tidak akan pernah disesali. Rookies menjadi dorama yang memenangi banyak penghargaan. Antara lain Drama Terbaik di ajang Television Drama Academy Awards ke-58, Drama Terbaik di Tokyo Drama Awards ke-2, dan Paling Terpuji dalam kategori Drama Seri Terbaik di Asian Television Awards ke-13. Belum lagi ketika ditayangkan di TBS, Rookies mendapat jam tayang prime time setiap Sabtu pukul 20.00 waktu Jepang, sehingga mampu meraup penonton dalam jumlah yang lebih besar dari proyek Sato mana pun sebelumnya. Atas prestasi ini, Sato menganggap kiprahnya di drama tentang para pemain bisbol itu sebagai “peran yang mendobrak” walau keterlibatannya kecil.
Selanjutnya, Sato bermain di dorama Bloody Monday (2008). Dorama yang diangkat dari manga berjudul sama ini mempertemukan dirinya dengan Haruma Miura yang sahabatnya di dunia nyata. Lagi-lagi, pilihan yang unik. Film yang mengangkat kisah tentang para hacker dan teroris ini sama sekali bukan film remaja komersial yang biasa diambil aktor seusianya.
“Pertama, landasan kisah ini dibangun dari literatur yang hebat, membuatnya menjadi tontonan drama sangat menyenangkan. Dan semua yang bermain di sini hebat,” kata Sato.
Terbukti, dorama ini berhasil meraih atensi publik hingga dibuatkan sekuelnya yang tayang awal tahun ini (2010). Di sekuelnya, Sato mengalami peningkatan peran dari pendukung menjadi utama bersama Haruma Miura dan Kawashima Umika. Menjadi pemeran utama, tetapi tidak menjadi satu-satunya, memberi tantangan tersendiri bagi seorang pemain.
“Saat pertama kamu bermain dengan co-star, ada masanya di mana kamu seperti bertanya-tanya pada diri sendiri, ‘Apa yang mereka pikirkan sekarang?’ dan kamu berusaha memahami mereka, seperti itulah. Tapi, karena aku telah mengenal Haruma dengan baik sekali, tidak ada masa yang diliputi kekhawatiran semacam itu tentang bagaimana seorang co-star,” bebernya.
Barulah di dorama Mei-Chan no Shitsuji (2008), penggemar mainan kubus rubik ini memainkan peran yang pas dengan usianya. Sebagai remaja Kento Shibata yang memutuskan mendaftar di sekolah kepala pelayan agar bisa dekat dengan seorang teman masa kecil, Mei Shinonome. Hmmm, cinta-cintaan nih.
Sudah bisa dipastikan, publik yang sudah menggemari aksinya di drama serius makin kepincut penampilannya. Hebatnya Sato, dia juga mendapat penghargaan sebagai Aktor Pendukung Terbaik dari Television Drama Academy Awards untuk peran Kento Shibata-nya, sementara doramanya sendiri mendapat penghargaan Drama Terbaik dari ajang yang sama.
Popularitas cowok lulusan North High School di Koshigaya ini makin tidak tertahankan. Dia menjadi sosok yang selalu masuk tiga teratas aneka polling penggemar seperti Aktor Paling Populer di Tahun 2008, Aktor Paling Diinginkan Publik Untuk Tampil di Drama Tahun 2008, Aktor Paling Ingin Dilihat Sebagai Pahlawan di Drama, sampai Aktor Paling Tampan yang menyandingkannya bersama Hiro Mizushima dan sahabatnya Haruma Miura. Sato pun tercatat cukup sering menghiasi sampul majalah.

Sato artis yang terbilang rajin ngeblog. Di tengah kesibukannya, pengunyah permen karet mint ini menyempatkan diri menuliskan cerita kesehariannya yang dianggap menarik untuk dibagikan kepada orang.
“Aku selalu berusaha menulis yang terbaru setiap harinya, sekalipun saat aku sedang kelelahan itu akan terlihat tidak terlalu bagus,” kata Sato yang suka membaca ulang hasil tulisannya sebelum disebarkan.
Di antara hasil tulisannya di blog, paling mendapat perhatian publik adalah saat ia menulis tentang stres dan kesepian yang kadang dirasakannya sebagai aktor populer. Ketika dulu namanya pertama booming sebagai jagoan bertopeng Kamen Rider, Sato baru saja lulus dari bangku SMA. Momentum yang sekaligus memberi perbedaan berarti dalam kehidupannya. Pada kelulusan sekolah, cowok Aries ini menuturkan kesedihannya berpisah dari teman-teman sekolah, dan terutama dengan kehidupan normalnya sebagai anak biasa.
“Mungkin akan terasa kosong. Sesuatu yang tidak aku harapkan. Tidak sekolah lagi, pasti akan sepi,” tuturnya sentimental.
Bukan berarti Sato terhanyut dengan sentimentalitasnya. Sebagai individu yang semakin dewasa -- walau kini usianya pun masih terbilang muda, 22 tahun -- dan aktor profesional, penyayang kucing ini terus berusaha menikmati dunia seni peran.
“Sekarang, berakting di drama sangat terasa nikmat. Dramanya sangat mengasyikkan. Sekarang dan setiap hari ke depannya, membangun pertemanan dengan sesama pemain dan berbincang dengan mereka juga sangat menyenangkan,” ungkap Sato yang juga bersahabat baik dengan Hiro Mizushima, rekan mainnya di Mei-Chan no Shitsuji.
Pada 2010, selain reuni dengan Haruma dalam Bloody Monday 2, Sato pun reuni dengan suami penyanyi Ayaka itu dalam layar lebar Beck, yang diangkat dari manga populer berjudul sama yang bertutur tentang perjuangan anak-anak muda yang pada mulanya tidak bisa apa-apa, hingga membentuk band dan meraih sukses. Sato antusias dengan reuni itu.
“Aku bertemu lagi dengan Hiro Mizushima. Aku pikir, ‘Takdir macam apa ini’?” Beck tentang band, jadi jika kami tidak sungguhan berteman drama ini tidak akan bagus,” kesan Sato.
Rabu, 11 Januari 2012
Kisah Takeru Yang Tak Terlupa - Part I
Di masa kecilnya
ia mengagumi sosok pahlawan, dan di masa remajanya ia tergila-gila pada
baseball dan dance. Sejak debut sebagai aktor hingga sekarang di usianya yang
ke-22 tahun, Takeru Sato telah banyak bertemu dengan orang. Tanpa pertemuan
dengan mereka semua, mungkin tak akan ada Takeru Sato seperti yang kita kenal
saat ini. Semua pertemuan itu memberi pengaruh pada pemikiran dan proses
pendewasaan dirinya. Berikut adalah kisah hidupnya yang tak akan
terlupa Part I. Cekidot guys! ^^
Pahlawan
Favorit
Saat kecil, yang paling
berpengaruh besar padaku adalah para pahlawan dalam anime dan manga. Aku sering
menirukan aksi dalam POKEMON dan DRAGON BALL. Aku juga suka serial Sentai dan
ULTRAMAN serta KAMEN RIDER. Aku sering bermain bersama teman-temanku dengan
berpura-pura menjadi pahlawan super. Aku menonton semua serial KAMEN RIDER,
bahkan yang versi lama, melalui video. Karena itu aku hafal pose-pose perubahan
wujud KAMEN RIDER lama seperti V3 atau Amazon.
Ibu Yang Pintar
Orangtuaku mengajariku
banyak hal. Diantara keduanya, aku rasa aku lebih banyak berbicara dengan
ibuku. Ibuku orang yang pintar. Tiap kali ada hal yang tak kumengerti aku
selalu bertanya pada beliau, dan seingatku ia selalu bisa memberi jawaban. Kalau
dipikir lagi, ibuku selalu berbicara dengan penuh kepastian dan membuatnya
sosok yang tegas. Tentu saja saat kecil aku tak berpikir seperti itu. Tapi
sekarang aku merasa secara tak kusadari aku sudah mendapat banyak pengaruh
darinya. Karena sekarang kami tinggal berjauhan, aku terkadang menelponnya.
Tidak harus ada hal penting yang dibicarakan sih... Kami hanya
berbincang-bincang santai.
Senang
Berlibur di Rumah Nenek
Saat kecil aku
sangat menikmati liburanku dari Saitama ke rumah nenek di Tokyo. Itu karena disana ada sepupu yang usianya
sekitar 2-3 tahun lebih muda dariku, dan kami sering bermain bersama. Aku ingat
kami sering menangkap kepiting di sungai, memberi makan ikan mas, dan pergi ke
perpustakaan. Bukankah semua nenek biasanya lebih memanjakan kita daripada
orangtua? Saat lulus SMA, nenek memberiku uang saku dan akhirnya aku bisa
membeli jaket yang sudah lama kuinginkan, hahaha. Kampung halaman ayahku di
Miyagi, dan tiap musim panas kami selalu berkunjung ke sana. Di Miyagi ada sepupuku yang lebih tua,
dan kami sering pergi menangkap serangga dan memancing. Benar-benar
menyenangkan.
To Be Continued~~
Romeo & Juliet (Teater)
Aktor Takeru Sato (22) akan memulai debutnya di
drama panggung lewat mahakarya Shakespeare, Romeo and Juliet, yang
dipentaskan Mei 2012. Takeru akan memerankan Romeo. “Saya akan mencoba
tantangan dalam kisah cinta murni Romeo and Juliet,” ucapnya. Sementara
aktris Satomi Ishihara (24) akan memerankan Juliet, dan ini pertama
kalinya mereka berdua tampil bersama.
Drama panggung ini diarahkan oleh Jonathan
Munby, seorang sutradara panggung muda yang terkenal di London. Drama
ini bertujuan menampilkan “kisah cinta yang menimbulkan simpati penonton
modern”.Takeru yang aktif dalam beberapa bidang, seperti TV dan film,
menghabiskan waktu dua tahun untuk persiapan debut panggungnya.
Mula-mula dia berkunjung ke Inggris untuk menemui Jonathan pada Juli
2010 lalu. Maret tahun ini dia juga datang dan menetap di London selama 2
minggu untuk mengikuti workshop yang digelar Jonathan. Kemudian Takeru
kembali ke Inggris pada bulan Mei untuk menjalani pelatihan bagi
pertunjukan panggung ini. Takeru sudah berusaha sangat keras untuk peran
Romeo. “Ini adalah pengalaman yang begitu berharga, namun saya masih
seorang amatir dalam dunia drama panggung. Karena itu saya tak tahu
apakah saya bisa mengimbangi aktor lainnya. Saya tak yakin seberapa jauh
saya bisa melangkah, namun saya akan melakukan yang terbaik dengan
segenap tenaga,” ucapnya.“Ini judul yang sudah dikenal oleh semua orang,
dan Juliet sudah dimainkan oleh banyak orang sebelumnya. Saya merasa
sedikit malu dan tidak tenang karena tampil dalam kisah cinta menggelora
yang memilukan hatimu dengan beberapa dialog yang terkenal,” kata
Satomi Ishihara yang akan memerankan Juliet yang jatuh cinta pada Romeo
dari keluarga musuhnya.
Tapi, setelah
berdiskusi tentang peran dan tujuannya bersama Jonathan, Satomi merasa
tenang dan percaya diri. “Kegelisahanku langsung hilang, dan saya jadi
berpikir ingin tampil di atas panggung sebagai Juliet,” tandasnya. Dia
mengatakan sudah tak sabar lagi untuk berlatih.“Saya selalu merasa dia
seorang aktris yang menunjukkan akting memikat. Karena itu saya senang
bisa bekerja sama dengannya,” puji Takeru. Sebaliknya, Satomi
mengungkapkan kesannya terhadap Takeru, “Dia memandang orang dengan
jujur dan sangat jantan, namun dia juga orang yang sederhana di saat
yang sama.”Selain Takeru dan Satomi, bintang utama lainnya juga telah
diumumkan. Kento Kaku akan memerankan Tubalt, Masaki Suda memerankan
Mercutio, Hiroyuki Onoue memerankan Benvolio, Hatsunori Hasegawa sebagai
Capulet, Mako Ishino sebagai istri Capulet, Satoshi Hashimoto sebagai
Biarawan Laurence, dan masih banyak lainnya.Drama ini akan dipentaskan
di Akasaka ACT Theater, Tokyo mulai 2 hingga 27 Mei, dan di Theater
BRAVA!, Osaka mulai 31 Mei hingga 10 Juni mendatang.
Senin, 09 Januari 2012
Takeru sebagai Himura Kenshin
Film aksi laga untuk "Rurouni Kenshin" selesai syuting pada tanggal 21 November, dan penggemar dari seri manga populer ini bisa melihat "Kenshin" secara real, yang dimainkan oleh aktor tampan terkenal yaitu Sato Takeru.
Syuting untuk film ini bersetting di Kyoto, Shiga, Tottori, Okayama, Hyogo, dan Osaka dengan total 1.200 orang sebagai pemeran figuran.
Kabarnya, William Ireton (yang memimpin produksi film ini) sudah mulai persiapan untuk mendistribusikannya secara internasional. Dia menyatakan, "Kami percaya bahwa 'Kenshin' akan dicintai oleh khalayak seluruh dunia." Sato juga berkomentar, "akupun berseru " Akhirnya selesai juga ~! "Karena aku merasa lega bahwa kami mampu menyelesaikan syuting dengan aman, dan aku merasakan bebas. Aku ingin banyak orang yang menonton film ini, terutama para penggemar dari manga aslinya. "
"Rurouni Kenshin" adalah salah satu manga dari Jepang yang sangat terkenal, awalnya serial ini terbit di majalah manga "Weekly Shonen Jump" pada tahun 1994 ~ 1999. Komiknya (total 28 volume) telah menerbitkan lebih dari 50 juta kopi.
Manga ini mengisahkan tentang 'Kenshin Himura' yang terkenal dan ditakuti sebagai pembunuh dan sering dijuluki sebagai "Hitokiri Battousai", setelah mengalami trauma berat, ia memulai perjalanannya sebagai seorang pengembara setelah era Restorasi Meiji, dan ia berjanji akan "tidak akan membunuh lagi".
Sato akan memainkan 'Kenshin', dan rekannya Takei Emi, akan memainkan tokoh "Kaoru Kamiya". Aoi Yu, Aoki Munetaka, Tanaka Taketo, dan Eguci Yosuke juga akan menjadi pemain utamanya difilm ini.
Film ini akan dirilis pada tanggal 25 Agustus 2012. So.. DON'T MISS IT!! Jangan ngaku fans beratnya Takeru kalo kalian nanti ga nonton ni film.^^
Syuting untuk film ini bersetting di Kyoto, Shiga, Tottori, Okayama, Hyogo, dan Osaka dengan total 1.200 orang sebagai pemeran figuran.
Kabarnya, William Ireton (yang memimpin produksi film ini) sudah mulai persiapan untuk mendistribusikannya secara internasional. Dia menyatakan, "Kami percaya bahwa 'Kenshin' akan dicintai oleh khalayak seluruh dunia." Sato juga berkomentar, "akupun berseru " Akhirnya selesai juga ~! "Karena aku merasa lega bahwa kami mampu menyelesaikan syuting dengan aman, dan aku merasakan bebas. Aku ingin banyak orang yang menonton film ini, terutama para penggemar dari manga aslinya. "
"Rurouni Kenshin" adalah salah satu manga dari Jepang yang sangat terkenal, awalnya serial ini terbit di majalah manga "Weekly Shonen Jump" pada tahun 1994 ~ 1999. Komiknya (total 28 volume) telah menerbitkan lebih dari 50 juta kopi.
Manga ini mengisahkan tentang 'Kenshin Himura' yang terkenal dan ditakuti sebagai pembunuh dan sering dijuluki sebagai "Hitokiri Battousai", setelah mengalami trauma berat, ia memulai perjalanannya sebagai seorang pengembara setelah era Restorasi Meiji, dan ia berjanji akan "tidak akan membunuh lagi".
Sato akan memainkan 'Kenshin', dan rekannya Takei Emi, akan memainkan tokoh "Kaoru Kamiya". Aoi Yu, Aoki Munetaka, Tanaka Taketo, dan Eguci Yosuke juga akan menjadi pemain utamanya difilm ini.
Film ini akan dirilis pada tanggal 25 Agustus 2012. So.. DON'T MISS IT!! Jangan ngaku fans beratnya Takeru kalo kalian nanti ga nonton ni film.^^
Langganan:
Postingan (Atom)