Di masa kecilnya
ia mengagumi sosok pahlawan, dan di masa remajanya ia tergila-gila pada
baseball dan dance. Sejak debut sebagai aktor hingga sekarang di usianya yang
ke-22 tahun, Takeru Sato telah banyak bertemu dengan orang. Tanpa pertemuan
dengan mereka semua, mungkin tak akan ada Takeru Sato seperti yang kita kenal
saat ini. Semua pertemuan itu memberi pengaruh pada pemikiran dan proses
pendewasaan dirinya. Berikut adalah kisah hidupnya yang tak akan
terlupa Part I. Cekidot guys! ^^
Pahlawan
Favorit
Saat kecil, yang paling
berpengaruh besar padaku adalah para pahlawan dalam anime dan manga. Aku sering
menirukan aksi dalam POKEMON dan DRAGON BALL. Aku juga suka serial Sentai dan
ULTRAMAN serta KAMEN RIDER. Aku sering bermain bersama teman-temanku dengan
berpura-pura menjadi pahlawan super. Aku menonton semua serial KAMEN RIDER,
bahkan yang versi lama, melalui video. Karena itu aku hafal pose-pose perubahan
wujud KAMEN RIDER lama seperti V3 atau Amazon.
Ibu Yang Pintar
Orangtuaku mengajariku
banyak hal. Diantara keduanya, aku rasa aku lebih banyak berbicara dengan
ibuku. Ibuku orang yang pintar. Tiap kali ada hal yang tak kumengerti aku
selalu bertanya pada beliau, dan seingatku ia selalu bisa memberi jawaban. Kalau
dipikir lagi, ibuku selalu berbicara dengan penuh kepastian dan membuatnya
sosok yang tegas. Tentu saja saat kecil aku tak berpikir seperti itu. Tapi
sekarang aku merasa secara tak kusadari aku sudah mendapat banyak pengaruh
darinya. Karena sekarang kami tinggal berjauhan, aku terkadang menelponnya.
Tidak harus ada hal penting yang dibicarakan sih... Kami hanya
berbincang-bincang santai.
Senang
Berlibur di Rumah Nenek
Saat kecil aku
sangat menikmati liburanku dari Saitama ke rumah nenek di Tokyo. Itu karena disana ada sepupu yang usianya
sekitar 2-3 tahun lebih muda dariku, dan kami sering bermain bersama. Aku ingat
kami sering menangkap kepiting di sungai, memberi makan ikan mas, dan pergi ke
perpustakaan. Bukankah semua nenek biasanya lebih memanjakan kita daripada
orangtua? Saat lulus SMA, nenek memberiku uang saku dan akhirnya aku bisa
membeli jaket yang sudah lama kuinginkan, hahaha. Kampung halaman ayahku di
Miyagi, dan tiap musim panas kami selalu berkunjung ke sana. Di Miyagi ada sepupuku yang lebih tua,
dan kami sering pergi menangkap serangga dan memancing. Benar-benar
menyenangkan.
To Be Continued~~


0 komentar:
Posting Komentar