Cool na? :) Now Learn How to create one by Clicking here


Rabu, 11 Januari 2012

Kisah Takeru Yang Tak Terlupa - Part I



Di masa kecilnya ia mengagumi sosok pahlawan, dan di masa remajanya ia tergila-gila pada baseball dan dance. Sejak debut sebagai aktor hingga sekarang di usianya yang ke-22 tahun, Takeru Sato telah banyak bertemu dengan orang. Tanpa pertemuan dengan mereka semua, mungkin tak akan ada Takeru Sato seperti yang kita kenal saat ini. Semua pertemuan itu memberi pengaruh pada pemikiran dan proses pendewasaan dirinya. Berikut adalah kisah hidupnya yang tak akan terlupa Part I. Cekidot guys! ^^


Pahlawan Favorit
Saat kecil, yang paling berpengaruh besar padaku adalah para pahlawan dalam anime dan manga. Aku sering menirukan aksi dalam POKEMON dan DRAGON BALL. Aku juga suka serial Sentai dan ULTRAMAN serta KAMEN RIDER. Aku sering bermain bersama teman-temanku dengan berpura-pura menjadi pahlawan super. Aku menonton semua serial KAMEN RIDER, bahkan yang versi lama, melalui video. Karena itu aku hafal pose-pose perubahan wujud KAMEN RIDER lama seperti V3 atau Amazon.

 
Ibu Yang Pintar
Orangtuaku mengajariku banyak hal. Diantara keduanya, aku rasa aku lebih banyak berbicara dengan ibuku. Ibuku orang yang pintar. Tiap kali ada hal yang tak kumengerti aku selalu bertanya pada beliau, dan seingatku ia selalu bisa memberi jawaban. Kalau dipikir lagi, ibuku selalu berbicara dengan penuh kepastian dan membuatnya sosok yang tegas. Tentu saja saat kecil aku tak berpikir seperti itu. Tapi sekarang aku merasa secara tak kusadari aku sudah mendapat banyak pengaruh darinya. Karena sekarang kami tinggal berjauhan, aku terkadang menelponnya. Tidak harus ada hal penting yang dibicarakan sih... Kami hanya berbincang-bincang santai.

 
Senang Berlibur di Rumah Nenek
Saat kecil aku sangat menikmati liburanku dari Saitama ke rumah nenek di Tokyo. Itu karena disana ada sepupu yang usianya sekitar 2-3 tahun lebih muda dariku, dan kami sering bermain bersama. Aku ingat kami sering menangkap kepiting di sungai, memberi makan ikan mas, dan pergi ke perpustakaan. Bukankah semua nenek biasanya lebih memanjakan kita daripada orangtua? Saat lulus SMA, nenek memberiku uang saku dan akhirnya aku bisa membeli jaket yang sudah lama kuinginkan, hahaha. Kampung halaman ayahku di Miyagi, dan tiap musim panas kami selalu berkunjung ke sana. Di Miyagi ada sepupuku yang lebih tua, dan kami sering pergi menangkap serangga dan memancing. Benar-benar menyenangkan.



To Be Continued~~

0 komentar:

Posting Komentar