Cool na? :) Now Learn How to create one by Clicking here


Minggu, 22 Januari 2012

Takeru Senang Beradu Akting dengan Sahabat

SERIAL populer klasik Kamen Rider atau Masked Rider menelurkan sejumlah aktor yang kemudian menjadi idola. Sebut di antaranya Hiro Mizishima dari Kamen Rider Kabuto (2006) atau Seto Koji dari Kamen Rider Kiva (2008). Juga populer lewat serial yang kali pertama muncul pada 1971 adalah Sato Takeru.

Cowok kelahiran 21 Maret 1989 ini meraih popularitasnya lewat Kamen Rider musim ke-17, Kamen Rider Den-O yang tayang di Asahi pada pertengahan 2007-2008. Hanya berselang satu tahun dari debut akting kecil-kecilannya di dorama Princess-Princess D sebagai Toru Kouno.

Salah satu bukti popularitas Den-O melebihi Kamen Rider lainnya, kartun Crayon Shin-Chan menampilkannya dalam episode spesial satu jam Crayon Shin-Chan and Kamen Rider: Den-O vs Shin-O. Menanggapi kesuksesannya, Sato merendah dengan mengatakan bahwa Kamen Rider populer berkat unsur komedi yang terdapat di dalamnya.



Menikmati peran kecil maupun besar
Penggemar memiliki kekaguman tersendiri pada Sato. Dia tidak seperti aktor idola lainnya, yang bisa dicintai dalam sekali pandang. Jadi bukan penampilan fisik yang membuat mereka kepincut dengan pemilik tinggi badan 170 cm ini. Salah satu penggemar, di dalam blognya memuji Sato yang mampu memainkan karakter menantang sebagai Nogami Ryotaro di Kamen Rider Den-O.

“Aku baru ngeh dengan cowok ini karena main Den-O. Dia memerankan 6 sampai 7 karakter berbeda. (Terutama) waktu dirasuki Imagin dan kepribadian Ryotaro yang asli,” tulisnya.

Bisa dibilang, penghayatan Sato dalam Kamen Rider sepenuh hati. Kendati banyak pihak memandang setengah mata, bahwa memainkan karakter jagoan di film anak-anak tidak memerlukan kualitas akting cemerlang, kecuali sekadar aksi gaya-gayaan. Namun, cowok bergolongan darah A ini memiliki pemikirannya sendiri.

“Saat aku menonton Kamen Rider, aku merasa untuk berakting di sana harus berbeda. Kamen Rider itu berbeda dengan tontonan anak-anak umumnya, sekarang hampir mirip seperti drama kualitas atas, (istilah) ‘tak perlu akting di Kamen Rider’ tidak boleh lagi menjadi anggapan umum. Kamen Rider yang sekarang benar-benar fokus pada akting sungguhan dan penampilan aksi yang bagus,” ujar Sato yang disuguhi tontonan Kamen Rider the First waktu kecil oleh sang ibu.

Sato tidak main-main. Setelah “latihan” intensif sepanjang 49 episode Kamen Rider Den-O dan tiga layar lebar Den-O, seperti jebolan Kamen Rider lainnya, Sato beralih ke drama. Namun, proyek drama pilihan Sato terbilang berani. Pada musim semi 2008, Sato bermain dalam dorama Rookies yang “serius”. Di dorama itu pun, Sato rela tidak menjadi pemeran utama. Dia memainkan karakter pendukung Yuya Okada. Untuk perannya itu, cowok yang gemar menari breakdance ini rombak penampilan total, nyaris tidak dikenali!

Tentu saja, pilihannya ini tidak akan pernah disesali. Rookies menjadi dorama yang memenangi banyak penghargaan. Antara lain Drama Terbaik di ajang Television Drama Academy Awards ke-58, Drama Terbaik di Tokyo Drama Awards ke-2, dan Paling Terpuji dalam kategori Drama Seri Terbaik di Asian Television Awards ke-13. Belum lagi ketika ditayangkan di TBS, Rookies mendapat jam tayang prime time setiap Sabtu pukul 20.00 waktu Jepang, sehingga mampu meraup penonton dalam jumlah yang lebih besar dari proyek Sato mana pun sebelumnya. Atas prestasi ini, Sato menganggap kiprahnya di drama tentang para pemain bisbol itu sebagai “peran yang mendobrak” walau keterlibatannya kecil.

Selanjutnya, Sato bermain di dorama Bloody Monday (2008). Dorama yang diangkat dari manga berjudul sama ini mempertemukan dirinya dengan Haruma Miura yang sahabatnya di dunia nyata. Lagi-lagi, pilihan yang unik. Film yang mengangkat kisah tentang para hacker dan teroris ini sama sekali bukan film remaja komersial yang biasa diambil aktor seusianya.

“Pertama, landasan kisah ini dibangun dari literatur yang hebat, membuatnya menjadi tontonan drama sangat menyenangkan. Dan semua yang bermain di sini hebat,” kata Sato.

Terbukti, dorama ini berhasil meraih atensi publik hingga dibuatkan sekuelnya yang tayang awal tahun ini (2010). Di sekuelnya, Sato mengalami peningkatan peran dari pendukung menjadi utama bersama Haruma Miura dan Kawashima Umika. Menjadi pemeran utama, tetapi tidak menjadi satu-satunya, memberi tantangan tersendiri bagi seorang pemain.

“Saat pertama kamu bermain dengan co-star, ada masanya di mana kamu seperti bertanya-tanya pada diri sendiri, ‘Apa yang mereka pikirkan sekarang?’ dan kamu berusaha memahami mereka, seperti itulah. Tapi, karena aku telah mengenal Haruma dengan baik sekali, tidak ada masa yang diliputi kekhawatiran semacam itu tentang bagaimana seorang co-star,” bebernya.

Barulah di dorama Mei-Chan no Shitsuji (2008), penggemar mainan kubus rubik ini memainkan peran yang pas dengan usianya. Sebagai remaja Kento Shibata yang memutuskan mendaftar di sekolah kepala pelayan agar bisa dekat dengan seorang teman masa kecil, Mei Shinonome. Hmmm, cinta-cintaan nih.

Sudah bisa dipastikan, publik yang sudah menggemari aksinya di drama serius makin kepincut penampilannya. Hebatnya Sato, dia juga mendapat penghargaan sebagai Aktor Pendukung Terbaik dari Television Drama Academy Awards untuk peran Kento Shibata-nya, sementara doramanya sendiri mendapat penghargaan Drama Terbaik dari ajang yang sama.

Popularitas cowok lulusan North High School di Koshigaya ini makin tidak tertahankan. Dia menjadi sosok yang selalu masuk tiga teratas aneka polling penggemar seperti Aktor Paling Populer di Tahun 2008, Aktor Paling Diinginkan Publik Untuk Tampil di Drama Tahun 2008, Aktor Paling Ingin Dilihat Sebagai Pahlawan di Drama, sampai Aktor Paling Tampan yang menyandingkannya bersama Hiro Mizushima dan sahabatnya Haruma Miura. Sato pun tercatat cukup sering menghiasi sampul majalah.


Reuni dengan sahabat
Sato artis yang terbilang rajin ngeblog. Di tengah kesibukannya, pengunyah permen karet mint ini menyempatkan diri menuliskan cerita kesehariannya yang dianggap menarik untuk dibagikan kepada orang.

“Aku selalu berusaha menulis yang terbaru setiap harinya, sekalipun saat aku sedang kelelahan itu akan terlihat tidak terlalu bagus,” kata Sato yang suka membaca ulang hasil tulisannya sebelum disebarkan.

Di antara hasil tulisannya di blog, paling mendapat perhatian publik adalah saat ia menulis tentang stres dan kesepian yang kadang dirasakannya sebagai aktor populer. Ketika dulu namanya pertama booming sebagai jagoan bertopeng Kamen Rider, Sato baru saja lulus dari bangku SMA. Momentum yang sekaligus memberi perbedaan berarti dalam kehidupannya. Pada kelulusan sekolah, cowok Aries ini menuturkan kesedihannya berpisah dari teman-teman sekolah, dan terutama dengan kehidupan normalnya sebagai anak biasa.

“Mungkin akan terasa kosong. Sesuatu yang tidak aku harapkan. Tidak sekolah lagi, pasti akan sepi,” tuturnya sentimental.

Bukan berarti Sato terhanyut dengan sentimentalitasnya. Sebagai individu yang semakin dewasa -- walau kini usianya pun masih terbilang muda, 22 tahun -- dan aktor profesional, penyayang kucing ini terus berusaha menikmati dunia seni peran.

“Sekarang, berakting di drama sangat terasa nikmat. Dramanya sangat mengasyikkan. Sekarang dan setiap hari ke depannya, membangun pertemanan dengan sesama pemain dan berbincang dengan mereka juga sangat menyenangkan,” ungkap Sato yang juga bersahabat baik dengan Hiro Mizushima, rekan mainnya di Mei-Chan no Shitsuji.

Pada 2010, selain reuni dengan Haruma dalam Bloody Monday 2, Sato pun reuni dengan suami penyanyi Ayaka itu dalam layar lebar Beck, yang diangkat dari manga populer berjudul sama yang bertutur tentang perjuangan anak-anak muda yang pada mulanya tidak bisa apa-apa, hingga membentuk band dan meraih sukses. Sato antusias dengan reuni itu.

“Aku bertemu lagi dengan Hiro Mizushima. Aku pikir, ‘Takdir macam apa ini’?” Beck tentang band, jadi jika kami tidak sungguhan berteman drama ini tidak akan bagus,” kesan Sato.

1 komentar:

  1. halo, blog ini masih aktif gx ya?
    kalo masih aktif, mau tanya donk,, tau official twitternya Ken gx?
    thanks (´⌣`ʃƪ)

    BalasHapus