Cool na? :) Now Learn How to create one by Clicking here


Jumat, 03 Februari 2012

Kisah Takeru Yang Tak Terlupa - Part II

Udah lama nih admin ga ngelanjutin "Kisah Takeru Yang Tak Terlupa - Part I"!!
Nah.. Sekarang kita lanjutin ke Part II nya yuk!! Cekidot guys.. ^^



Klub Baseball Yang Menakutkan
Saat SMP aku bergabung dalam klub baseball, dan guru pengawasnya adalah guru yang paling galak di sekolah, hahaha. Beliau mengajar olahraga, dan saat kelas tiga ia mejadi wali kelasku. Baik di kelas maupun saat kegiatan klub, ia selalu saja marah-marah dan membuatnya terkenal di sekolah sebagai guru yang menakutkan. Tapi, aku sama sekali tidak pernah merasa takut. Itu karena aku bukan murid yang sering dimarahinya, hahaha. Mungkin karena aku memiliki aura yang tidak mudah dimarahi, hahaha.Menurutku beliau marah juga karena ada alasannya, dan ia galak terhadap tim baseball kami karena ingin memperkuat anggota tim. Menariknya, beliau sangat tidak suka susu. Sudah jadi aturan tak tertulis bahwa makanan untuknya tidak boleh diberi susu. Tapi, ada anak yang memasukkan susu ke makanannya saat kami berkumpul untuk makan bersama. Akhirnya, guru itu pulang tanpa makan sedikit pun. Insiden itu menjadi cerita tersendiri bagi kami.

 
Guru Les Yang Punya Cerita Menarik
Saat kelas tiga SMP aku ikut kelas bimbingan belajar, dan gurunya sungguh menarik. Karena aku tidak ingin pergi ke pusat bimbingan belajar yang besar, aku dan teman-teman di klub baseball sengaja memilih kelas lebih kecil. Aku menjadi suka dengan pelajaran matematika dan sains. Gurunya memiliki cara menarik untuk mengajarkan benda-benda langit dan matematika. Tiap kali mengikuti kelasnya terasa sungguh menyenangkan. Berkat beliau nilai-nilaiku di sekolah, terutama untuk mata pelajaran matematika dan saing jadi meningkat. Aku juga mendiskusikan pilihan untuk jenjang pendidikanku selanjutnya dengan beliau. Aku memang suka berbincang-bincang, apalagi bila mengenai topik yang sangat menarik perhatianku. Misalnya tentang sejarah arak atau masakan. Selain ingin mendengarnya, aku juga berharap bisa menjadikannya pengetahuan baru untukku.











Persahabatan Dengan Teman-Teman Dance

Bagiku, pertemuan dengan teman-teman dance adalah hal besar dalam hidupku. Saat SMP ada seorang teman perempuan yang mengikuti dance, dan berkat dia aku jadi bergabung dalam kelas dance. Aku mulai serius dengan dance saat kelas 1 SMA, dan berkat dance aku makin memiliki banyak teman di sekolah dan di jalanan tempat para penari berkumpul. Meski kami tak banyak berbicara, tapi melalui dance aku merasa aku jadi dekat dengan mereka seperti sahabat. Ada banyak penari hebat di luar sana, dan mereka membuatku makin terpacu untuk berusaha lebih baik lagi. Kami saling mengajari dan memberi semangat.Sebenarnya ada teman perempuan di sekoalh dance yang kusuka. Ia sangat jago di tarian hip hop dan jazz. Karena kelas kami berbeda, aku jarang bisa bertemu dengannya. Karena itu, aku sangat menantikan saat semua murid tampil untuk tugas akhir. Hall yang dipakai untuk pertunjukan tersebut sungguh bermakna bagiku. Panggungnya lebih besar dari yang biasa kami pakai, dan rasanya kami jadi bersemangat. Tanpa mengenal perbedaan kelas, kami semua bersatu untuk menampilkan pertunjukan yang terbaik. Bila biasanya aku menari sesuai keinginanku sendiri, dalam pertunjukan akhir tersebut aku harus berlatih bersama yang lain sesuai koreografi. Kami juga memikirkan kostumnya dengan baik. Pertama-tama kami tampil mengenakan kaus warna ungu dan celana tentara. Di penampilan kedua kami mengenakan pakaian hitam-hitam. Di penampilan terakhir, kami memakai kemeja putih dan dasi. Saat aku harus meninggalkan sekolah dance untuk membintangi KAMEN RIDER DEN-OH, semua temanku di sekolah dance menulis ucapan perpisahan untukku. Tapi, bukannya di selembar kartu, mereka menulisnya di atas T-shirt. Aku sungguh senang karena mereka banyak menulis pesan penuh dorongan. Sampai sekarang T-shirt itu masih kusimpan dan kujaga dengan baik.

0 komentar:

Posting Komentar