Nah.. Sekarang kita lanjutin ke Part II nya yuk!! Cekidot guys.. ^^
Klub
Baseball Yang Menakutkan

Guru Les
Yang Punya Cerita Menarik
Saat kelas tiga SMP aku
ikut kelas bimbingan belajar, dan gurunya sungguh menarik. Karena aku tidak
ingin pergi ke pusat bimbingan belajar yang besar, aku dan teman-teman di klub
baseball sengaja memilih kelas lebih kecil. Aku menjadi suka dengan pelajaran
matematika dan sains. Gurunya memiliki cara menarik untuk mengajarkan
benda-benda langit dan matematika. Tiap kali mengikuti kelasnya terasa sungguh
menyenangkan. Berkat beliau nilai-nilaiku di sekolah, terutama untuk mata
pelajaran matematika dan saing jadi meningkat. Aku juga mendiskusikan pilihan
untuk jenjang pendidikanku selanjutnya dengan beliau. Aku memang suka
berbincang-bincang, apalagi bila mengenai topik yang sangat menarik
perhatianku. Misalnya tentang sejarah arak atau masakan. Selain ingin
mendengarnya, aku juga berharap bisa menjadikannya pengetahuan baru untukku.
Persahabatan
Dengan Teman-Teman Dance
Bagiku, pertemuan dengan
teman-teman dance adalah hal besar dalam hidupku. Saat SMP ada seorang teman
perempuan yang mengikuti dance, dan berkat dia aku jadi bergabung dalam kelas
dance. Aku mulai serius dengan dance saat kelas 1 SMA, dan berkat dance aku
makin memiliki banyak teman di sekolah dan di jalanan tempat para penari
berkumpul. Meski kami tak banyak berbicara, tapi melalui dance aku merasa aku
jadi dekat dengan mereka seperti sahabat. Ada banyak penari hebat di luar sana, dan mereka membuatku makin terpacu untuk
berusaha lebih baik lagi. Kami saling mengajari dan memberi semangat.Sebenarnya
ada teman perempuan di sekoalh dance yang kusuka. Ia sangat jago di tarian hip
hop dan jazz. Karena kelas kami berbeda, aku jarang bisa bertemu dengannya.
Karena itu, aku sangat menantikan saat semua murid tampil untuk tugas akhir.
Hall yang dipakai untuk pertunjukan tersebut sungguh bermakna bagiku.
Panggungnya lebih besar dari yang biasa kami pakai, dan rasanya kami jadi
bersemangat. Tanpa mengenal perbedaan kelas, kami semua bersatu untuk
menampilkan pertunjukan yang terbaik. Bila biasanya aku menari sesuai
keinginanku sendiri, dalam pertunjukan akhir tersebut aku harus berlatih
bersama yang lain sesuai koreografi. Kami juga memikirkan kostumnya dengan
baik. Pertama-tama kami tampil mengenakan kaus warna ungu dan celana tentara.
Di penampilan kedua kami mengenakan pakaian hitam-hitam. Di penampilan
terakhir, kami memakai kemeja putih dan dasi. Saat aku harus meninggalkan
sekolah dance untuk membintangi KAMEN RIDER DEN-OH, semua temanku di sekolah
dance menulis ucapan perpisahan untukku. Tapi, bukannya di selembar kartu,
mereka menulisnya di atas T-shirt. Aku sungguh senang karena mereka banyak
menulis pesan penuh dorongan. Sampai sekarang T-shirt itu masih kusimpan dan
kujaga dengan baik.
0 komentar:
Posting Komentar